RUPS PELNI Tetapkan Budi Setyawan Wijaya sebagai Direktur Utama Baru, Ini Susunan Direksi Terbaru

Daftar Isi

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI resmi memiliki nakhoda baru. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Gedung BP BUMN, Jakarta, Kamis malam, 18 Juni 2026, pemegang saham menetapkan Budi Setyawan Wijaya sebagai Direktur Utama PT PELNI menggantikan Tri Andayani.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari penyegaran manajemen sekaligus langkah strategis untuk memperkuat transformasi bisnis perusahaan pelayaran milik negara yang selama ini berperan penting dalam konektivitas antarpulau di Indonesia.

Selain menetapkan direktur utama baru, RUPS juga melakukan perubahan pada sejumlah posisi direksi lainnya serta menyetujui laporan keuangan perusahaan untuk Tahun Buku 2025.

Budi Setyawan Wijaya Resmi Pimpin PELNI

Penunjukan Budi Setyawan Wijaya menjadi perhatian banyak pihak, terutama pelaku industri transportasi dan logistik nasional.

Pergantian pucuk pimpinan ini dilakukan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pelayaran nasional, mulai dari peningkatan efisiensi operasional, modernisasi armada, penguatan layanan logistik, hingga optimalisasi program Tol Laut yang menjadi salah satu penugasan strategis pemerintah.

Dengan pengalaman yang dimilikinya di lingkungan BUMN dan korporasi, Budi diharapkan mampu membawa PELNI semakin adaptif menghadapi perubahan industri maritim yang semakin kompetitif.

Mengapa Pergantian Direksi PELNI Penting?

Sebagai BUMN transportasi laut terbesar di Indonesia, PELNI bukan sekadar operator kapal penumpang.

Perusahaan ini memiliki peran strategis dalam:

  • Menghubungkan wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
  • Menjalankan program Tol Laut pemerintah.
  • Mendukung distribusi logistik nasional.
  • Menjaga konektivitas wilayah 3TP (Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan).
  • Mendukung pertumbuhan ekonomi daerah kepulauan.

Karena itu, setiap perubahan jajaran direksi biasanya dikaitkan dengan strategi baru perusahaan dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Tantangan yang Menanti Budi Setyawan Wijaya

Sebagai Direktur Utama yang baru, terdapat sejumlah agenda besar yang diperkirakan akan menjadi fokus kepemimpinan Budi Setyawan Wijaya.

1. Melanjutkan Transformasi Digital

PELNI dalam beberapa tahun terakhir terus memperkuat layanan digital, mulai dari pembelian tiket online, integrasi sistem reservasi, hingga pengembangan layanan pelanggan berbasis digital.

Transformasi ini perlu terus dilanjutkan agar pelayanan semakin cepat, mudah, dan transparan.

2. Modernisasi Armada

Sebagian armada PELNI membutuhkan pembaruan dan peningkatan teknologi agar lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan.

Modernisasi armada menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing perusahaan.

3. Penguatan Bisnis Logistik

Selain angkutan penumpang, sektor logistik menjadi sumber pertumbuhan baru bagi PELNI.

Peningkatan layanan kargo dan Tol Laut diperkirakan akan menjadi salah satu fokus utama manajemen baru.

4. Meningkatkan Kinerja Keuangan

Efisiensi operasional dan optimalisasi aset menjadi tantangan yang harus dijawab agar PELNI mampu mencatatkan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi lebih besar kepada negara.

Susunan Direksi PT PELNI Hasil RUPS 18 Juni 2026

Berdasarkan keputusan RUPS, susunan direksi PT PELNI mengalami sejumlah perubahan.

Jajaran direksi terbaru terdiri dari:

  • Direktur Utama: Budi Setyawan Wijaya
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
  • Direktur Armada dan Teknik
  • Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut
  • Direktur SDM dan Umum
  • Direktur Usaha Angkutan Penumpang

Perubahan pada beberapa posisi tersebut dilakukan untuk memperkuat organisasi dan mendukung target bisnis perusahaan ke depan.

Dewan Komisaris PELNI Tidak Berubah

Berbeda dengan jajaran direksi yang mengalami penyegaran, struktur Dewan Komisaris PT PELNI tidak mengalami perubahan dalam RUPS kali ini.

Soenarko Gatie Atmodjo tetap menjabat sebagai Komisaris Utama bersama jajaran komisaris lainnya.

Keputusan mempertahankan susunan komisaris dinilai penting untuk menjaga kesinambungan fungsi pengawasan dan tata kelola perusahaan.

Harapan Pemegang Saham terhadap Kepemimpinan Baru

Penunjukan Budi Setyawan Wijaya menunjukkan komitmen pemegang saham untuk terus memperkuat daya saing PELNI sebagai tulang punggung transportasi laut nasional.

Manajemen baru diharapkan mampu mempercepat transformasi perusahaan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat bisnis logistik, serta menjaga keberlanjutan kinerja keuangan perusahaan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas maritim nasional, peran PELNI akan semakin penting. Karena itu, kepemimpinan baru ini menjadi momentum bagi perusahaan untuk melanjutkan berbagai program strategis dan menghadirkan layanan transportasi laut yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing.

Catatan: Informasi dalam artikel ini mengacu pada hasil RUPS PT PELNI yang digelar pada 18 Juni 2026. Apabila perusahaan merilis susunan direksi lengkap beserta pembagian jabatan definitif setelah proses administrasi selesai, data dapat diperbarui kembali sesuai pengumuman resmi perusahaan.

Posting Komentar